Sabtu, 07 Mei 2011

Sejarah Perkembangan Forex

Secara umum pasar mata uang dunia mengalami tiga fase perubahan yang cukup signifikan :
  • Sistem Standard Emas
Bermula dari tahun 1875 ketika standard mata uang diukur dengan emas dan perak sebagai alat pembayaran International. Mata uang kala itu diukur dengan standard ons emas. Perbedaan nilai ons emas antara 2 mata uang menjadi exchange rate kedua mata uang tersebut. Kondisi seperti ini membuat negara-negara pelaku ekonomi membutuhkan banyak emas dan perak untuk memenuhi kebutuhannya. Namun cara ini hanyya bertahan sampai periode perang dunia1 dikarenakan biaya peperangan yang besar di Eropa yang menyebabkan mengabaikan standard emas.
  • Sistem Brreton Woods
Usai perang dunia ke 2 perwakilan dari bebagai negara berunding untuk memperbaiki sistem perekonimian yang berantakan, hingga lahirlah sistem brreton woods. Secara garis besar brreton woods berisi:
1. Metode sistem pertukaran tetap (fixed exchange rate).
2. USD menggantikan standard emas dan menjadi mata uang utama
3. Pembentukan tiga lembaga keuangan international, yaitu IMF, International Bank dan GATT.

 Namun diberlakukannya USD sebagai pengganti USD ternyata malah menjadi bumerang saat cadangan emas USA sudah sangat menipis dan tidak mampu lagi memenuhi USD yang disimpan di bank-bank asing. Pada tahun 1971 menjadi tanda berahirnya sistem brreton woods.
  • Sistem Nilai Tukar Sekarang
Setelah sistem brreton woods runtuh maka pada tahun 1976 melalui Jamaica Agrement dibentuklah sistem baru yang secara garis besar dibedakan menjadi 3 opsi kebijakan.

1. Doollarization
Ini berlaku apabila suatu negara bersedia untuk mengganti mata uangnya dengan mata uang negara lain. Namun konsekuensi nya adalah negara yang bersangkutan tidak diperkenankan mencetak uang dan bank sentral tidak punya kewenangan mengambil kebijakan keuangan. Contoh : Penggunaan Dollar di El Savador.

2. Pagged Rate
Hal ini berarti apabila suatu negara menetapkan nilai tukarnya terhadap suatu mata uang asing sehingga negara tersebut mempunyai stabilitas yang lebih terjamin.Contoh: China yang menetapkan nilai tukar YUAN sebesar 8,28/ USD dari tahun 1997-2005. Kerugian dari sistem ini adalah kurs Yuan sangat dipengaruhi USD. Sehingga misal USD menguat terhadap mata uang lain maka YUAN akan ikut menguat walaupun bank sentral China tidak menghendakinya.

3.Managed Floating Rate
Nilai kurs mata uang dapat berubah-ubah sesuai dengan permintaan jual dan pembelian namun bank sentral mempunyai kewenangan untuk menstabilkan Fluktuasi mata uang yang diluar kendali. Contoh : Dengan menaikan suku bunga.

Demikian sejarah singkat perkembangan pasar uang hingga sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Cheap Web Hosting