Jika kita pernah berpergian ke luar negri ataupun mejadi TKI/TKW misalnya ke Malaysia tentunya kita akan membutuhkan uang Ringgit Malaysia untuk berbelanja dan membeli sesuatu di sana. Awalnya mungkin anda akan terkejut saat uang Rp. 4000,00 hanya mampu mendapatkan 1 Ringgit sedangkan anda hanya membawa Rp.400.000,00 saja dan berarti anda hanya mempunyai 100 Ringgit. Hemmm sungguh aku akan miskin disini. Namun anda akan sangat teerkejut saat anda mengetahui bahwa anda hanya membutuhkan 2 Ringgit untuk membeli sebungkus rokok. Dan betapa senangnya ketika di akhir bulan setelah anda mendapatkan gaji anda ingin menukarkan uang Ringgit anda dalam Rupiah untuk dikirimkan ke keluarga anda di Indonesia dan anda mengetahui bahwa nilai 1 Ringgit bulan ini adalah Rp.4.500,00. Sebenarnya pada saat itu ada sudah ikut berpartisipasi dalam forex karena anda telah membeli dan menjual suatu mata uang.
Apa reaksi anda saat pertama mendengr forex? kedengarannya kata-kata itu memang sedikit aneh dan lebih mirip dengan nama sebuah pernyakit kulit. Tapi bagaimana dengan kata VALAS (Valuta Asing) mungkin itu lebih terdengar berahabat di telinga kita. Ya itulah nama lain forex atau dalam bahasa yang lebih familier nantinya adalah FX. Forex (Foreign Exchange) atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Valas ( Valuta Asing) adalah suatu teransaksi mata uang suatu negara dengan mata uang negara lainnya. Perdangan forex melibatkan pasar internasional dengan pelakunya meliputi negara, bank, lembaga keuangan maupun perorangan dengan teransaksi yang berlangsung selama 24 jam dan berlangsung selama lima hari kerja dalam seminggu (Senin-Jumat).
Forex adalah pasar yang tidak pernah tidur. Bila anda membayangkan sebuah pasar ini adalah pasar dimana pembeli dan penjual tidak pernah berhenti saling berinteraksi. Pasar mulai buka pada senin pagi pukul 04.00 dan tutup pada Sabtu Pagi Pukul 04.00. Nilai teransaksi per harinya pun sangat fantastis yaitu $ 4000000000000, silakan anda menghitung sendiri berapa jumlah nol yang saya tulis. Dengan nilai sebesar itu tidak ada yang mampu mengendalikan pasar secara penuh kecuali pasar itu sendiri. Bahkan perekonomian suatu negarapun dapat goyah karena forex.